Oh my God
I don’t know,
belakangan aku sering berdebat sama Bunda. Setelah salat Isya tadi kami baru
saja berdebat panjang hanya karena masalah ‘gula’ yang mau ku campur ke air
teh.
A: “gula mana
Bun?”
B: “tu di
keranjang”
Ketika aku mau
menyendok gula, Bunda merampas gula yang masih dengan bungkusannya dari
genggamanku.
B: “no no no,
bukan begini caranya”
Aku hanya terdiam
dan sendok gula yang tadi masih di tangan. Bunda memulai dan Aku berusaha
mendengar omelannya. Tangannya terus bekerja merebus air dengan pemanas air
listrik kesayangannya itu, masih tetap dengan omelannya. Kali ini Ia tidak
mengeluarkan kalimat andalannya ‘gini gini Bunda punya basic nurse jadi
semua yang berhubungan dengan kesehatan harus steril’.
B: “Nay, kamu
ga tau kan, gula itu masih ada bacterinya, proses pembentukan gula jadi kotak
kotak kecil gini kan di injak pake kaki waktu masih di pabrik. Setelah melewati
proses penghalusan, gula itu dijemur dengan alasan untuk menghilangkan
bacteri.”
Aku membatin,
“Oh my God. Sekarangkan udah 2015 Bun! Semua pekerjaan menggunakan mesin dan ga
pake kaki seperti jaman dulu karena kekurangan fasilitas dan dana untuk segala
hal bentuk produksi.” Ini bentuk penolakanku terhadap alasan yang Bunda
lontarkan tadi.
A: “ya udah,
Nay ga jadi minum teh manis, ga usah direbus lagi airnya Bun.”
B: “Nay gitu
deh, ambekan. Bunda kan mau ngajarin kamu dan buat kebaikan kamu juga. Kamu mah
ga mau dengerin kalo diajarin, kalo kamu ga mau biar Bunda aja yang minum”
A: “bukan gitu
Bun, Nay ga jadi minum teh manis sekarang, tapi next nay pake cara Bunda How to
make tea.”
Air yang tadi
direbus sudah mendidih dan dituangkan ke dalam gelas berisi gula, kata Bunda
sih air yang baru mendidih itu bisa menghilangkan bacteri, tapi kan air yang ku
seduh tadi masih hangat, apa itu tidak cukup untuk membunuh bacteri?
Aku tetap
meminum seduhan teh hangat tanpa gula itu.
Tak lagi
terdengar percakapan di antara kami, hanya terdengar dengungan dua kipas angin
di dalam kost baru ku ini. Kost dengan down payment 250K di tanggal 27 Juni
2015.
Aku memecahkan
kesunyian kamar kost saat Aku meminta digeserkan terminal untuk men-charge notebook
ku yang bocor dan fokus dengan tulisanku ini.
Thanks for caring
about me, Bun.
2 Juli 2015
Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan