Ada apa
dengan angka 21 kali ini?
Sinar Mentari menembus kain
penutup jendela kamar kontrakanku. Dering handphone memaksaku bergerak dan
melirik layar handphone, incoming call from ‘Daddy’, sadar kalau hari
ini aku harus memberikan jawaban tentang program magang yang akan aku ikuti di
pertengahan Ramadhan nanti, tapi aku belum yakin dengan keputusan ku, takut
salah langkah yang nanti akan berpengaruh ke nilai mata kuliah. Aku merasa
berdosa banget karena mengabaikan panggilan dari Abi, Sorry Dad!
Juni 2014, Abi mengajakku ke kota
Delhi Van Java untuk suatu kegiatan. Aku yang senang diajak jalan ke manapun
tentu akan mengiyakan, apalagi waktu itu bersama Abi, tentu aku tidak
mengeluarkan Budget 1 Rupiah pun, tapi resiko nya aku harus meninggalkan
beberapa kelas selama aku di Tasik. Singkat cerita, aku diajak ke salah satu
BMT yang ada di sana dan kepala BMT menawarkanku untuk magang, hati kecilku
berkata ‘celah magang ku sudah mulai tampak, tapi ini bukan menjadi targetku
sekarang’, at least ini bisa menjadi cadangan magangku nanti.
18 Mei lalu aku dapat berita
bahwa kami yang mengajukan permohonan magang ke DJP ditolak. Kecewa ya pasti
ada tapi tetap Alhamdulillah, mungkin menurut Tuhan ini yang terbaik untukku
dan teman-teman. Ini mungkin yang namanya perjuangan mencari kerja, dan
sekarang aku berada di posisi seorang pencari kerja. Di posisi ku yang sekarang
masih dianggap kecil yang hanya mengandalkan surat pengantar magang dari
kampus, tapi mereka yang di luar sana akan mempertimbangkan karyawan dengan CV
yang bagus dan experienced.
Hari ini 21 Mei 2015, di pagi
pertambahan usia, aku sudah mengecewakan Abi, karena belum juga memberi
kepastian tentang magangku yang hanya tersisa satu bulan lagi. Aku tau maksud
Abi baik, beliau memaksaku untuk segera bertindak agar nantinya tidak membuang
waktu dan depresi mencari tempat magang ketika jadwalnya tiba, dan Abi akan
mempersiapkan semua tentang kebutuhanku, mulai dari kostan ku nanti sampai
biaya-biaya yang akan aku keluarkan. Sebenarnya Abi sudah mencarikan kostan di
Rawamangun melalui temannya jika aku magang di DJP nanti, itu salah satu usaha
Abiku dalam membantu proses magangku, dan kenyataannya sekarang Aku tidak
diterima di Kantor Pajak yang ku impikan selama ini.
Berbeda dengan tahun-tahun
sebelumnya, aku menyambut 21 Mei dengan bahagia, tapi kali ini aku merasa ada
suatu beban yang berat sedang ku pikul dan membuat air mataku keluar dari
bendungannya, oh Tuhan, mungkin dosa ku sudah terlalu banyak yang membuatku
sulit mendapatkan apa yang ku inginkan.
I am grateful to God for the gift
of life, I am void without him. Also thankful to my earthly parents for
nurturing me into the graceful, lovely and great woman I am today.
I wish, 20 tahun sebelumnya yang
telah aku lewati menjadi pelajaran hidup yang akan memperbaiki langkah ku di
sisa umurku, dan semoga Engkau meridhoi apa yang akan aku kerjakan ya Rabb,
karena apapun yang aku lakukan tanpa ridhomu hanya akan sia-sia kulakukan.
Grand Sentul City
w. 21, May 21, 2015
21:21 WIB
Hehe
ReplyDeleteMantap nay
Semangat terus nay
Thanks sis 😊
ReplyDeleteMohon doanya 🙏
mantap go,.,.,.,
ReplyDeletejeud mampir lom nyo singoh2,.,.,
Terimong geunaseh bro
DeleteLon preh beuh post an dron d blog mu nanti. :)
Semangat soabat.. nailul is the best ...
ReplyDelete