Friday, May 22, 2015

Dilema Magang

Ada apa dengan angka 21 kali ini?
Sinar Mentari menembus kain penutup jendela kamar kontrakanku. Dering handphone memaksaku bergerak dan melirik layar handphone, incoming call from ‘Daddy’, sadar kalau hari ini aku harus memberikan jawaban tentang program magang yang akan aku ikuti di pertengahan Ramadhan nanti, tapi aku belum yakin dengan keputusan ku, takut salah langkah yang nanti akan berpengaruh ke nilai mata kuliah. Aku merasa berdosa banget karena mengabaikan panggilan dari Abi, Sorry Dad!
Juni 2014, Abi mengajakku ke kota Delhi Van Java untuk suatu kegiatan. Aku yang senang diajak jalan ke manapun tentu akan mengiyakan, apalagi waktu itu bersama Abi, tentu aku tidak mengeluarkan Budget 1 Rupiah pun, tapi resiko nya aku harus meninggalkan beberapa kelas selama aku di Tasik. Singkat cerita, aku diajak ke salah satu BMT yang ada di sana dan kepala BMT menawarkanku untuk magang, hati kecilku berkata ‘celah magang ku sudah mulai tampak, tapi ini bukan menjadi targetku sekarang’, at least ini bisa menjadi cadangan magangku nanti.
18 Mei lalu aku dapat berita bahwa kami yang mengajukan permohonan magang ke DJP ditolak. Kecewa ya pasti ada tapi tetap Alhamdulillah, mungkin menurut Tuhan ini yang terbaik untukku dan teman-teman. Ini mungkin yang namanya perjuangan mencari kerja, dan sekarang aku berada di posisi seorang pencari kerja. Di posisi ku yang sekarang masih dianggap kecil yang hanya mengandalkan surat pengantar magang dari kampus, tapi mereka yang di luar sana akan mempertimbangkan karyawan dengan CV yang bagus dan experienced.
Hari ini 21 Mei 2015, di pagi pertambahan usia, aku sudah mengecewakan Abi, karena belum juga memberi kepastian tentang magangku yang hanya tersisa satu bulan lagi. Aku tau maksud Abi baik, beliau memaksaku untuk segera bertindak agar nantinya tidak membuang waktu dan depresi mencari tempat magang ketika jadwalnya tiba, dan Abi akan mempersiapkan semua tentang kebutuhanku, mulai dari kostan ku nanti sampai biaya-biaya yang akan aku keluarkan. Sebenarnya Abi sudah mencarikan kostan di Rawamangun melalui temannya jika aku magang di DJP nanti, itu salah satu usaha Abiku dalam membantu proses magangku, dan kenyataannya sekarang Aku tidak diterima di Kantor Pajak yang ku impikan selama ini.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, aku menyambut 21 Mei dengan bahagia, tapi kali ini aku merasa ada suatu beban yang berat sedang ku pikul dan membuat air mataku keluar dari bendungannya, oh Tuhan, mungkin dosa ku sudah terlalu banyak yang membuatku sulit mendapatkan apa yang ku inginkan.
I am grateful to God for the gift of life, I am void without him. Also thankful to my earthly parents for nurturing me into the graceful, lovely and great woman I am today.
I wish, 20 tahun sebelumnya yang telah aku lewati menjadi pelajaran hidup yang akan memperbaiki langkah ku di sisa umurku, dan semoga Engkau meridhoi apa yang akan aku kerjakan ya Rabb, karena apapun yang aku lakukan tanpa ridhomu hanya akan sia-sia kulakukan.
Grand Sentul City
w. 21, May 21, 2015
21:21 WIB

5 comments:

  1. Hehe
    Mantap nay
    Semangat terus nay

    ReplyDelete
  2. Thanks sis 😊
    Mohon doanya 🙏

    ReplyDelete
  3. mantap go,.,.,.,
    jeud mampir lom nyo singoh2,.,.,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimong geunaseh bro
      Lon preh beuh post an dron d blog mu nanti. :)

      Delete
  4. Semangat soabat.. nailul is the best ...

    ReplyDelete