Thursday, July 2, 2015

Sugar

Oh my God
I don’t know, belakangan aku sering berdebat sama Bunda. Setelah salat Isya tadi kami baru saja berdebat panjang hanya karena masalah ‘gula’ yang mau ku campur ke air teh.
A: “gula mana Bun?”
B: “tu di keranjang”
Ketika aku mau menyendok gula, Bunda merampas gula yang masih dengan bungkusannya dari genggamanku.
B: “no no no, bukan begini caranya”
Aku hanya terdiam dan sendok gula yang tadi masih di tangan. Bunda memulai dan Aku berusaha mendengar omelannya. Tangannya terus bekerja merebus air dengan pemanas air listrik kesayangannya itu, masih tetap dengan omelannya. Kali ini Ia tidak mengeluarkan kalimat andalannya ‘gini gini Bunda punya basic nurse jadi semua yang berhubungan dengan kesehatan harus steril’.
B: “Nay, kamu ga tau kan, gula itu masih ada bacterinya, proses pembentukan gula jadi kotak kotak kecil gini kan di injak pake kaki waktu masih di pabrik. Setelah melewati proses penghalusan, gula itu dijemur dengan alasan untuk menghilangkan bacteri.”
Aku membatin, “Oh my God. Sekarangkan udah 2015 Bun! Semua pekerjaan menggunakan mesin dan ga pake kaki seperti jaman dulu karena kekurangan fasilitas dan dana untuk segala hal bentuk produksi.” Ini bentuk penolakanku terhadap alasan yang Bunda lontarkan tadi.
A: “ya udah, Nay ga jadi minum teh manis, ga usah direbus lagi airnya Bun.”
B: “Nay gitu deh, ambekan. Bunda kan mau ngajarin kamu dan buat kebaikan kamu juga. Kamu mah ga mau dengerin kalo diajarin, kalo kamu ga mau biar Bunda aja yang minum”
A: “bukan gitu Bun, Nay ga jadi minum teh manis sekarang, tapi next nay pake cara Bunda How to make tea.”
Air yang tadi direbus sudah mendidih dan dituangkan ke dalam gelas berisi gula, kata Bunda sih air yang baru mendidih itu bisa menghilangkan bacteri, tapi kan air yang ku seduh tadi masih hangat, apa itu tidak cukup untuk membunuh bacteri?
Aku tetap meminum seduhan teh hangat tanpa gula itu.
Tak lagi terdengar percakapan di antara kami, hanya terdengar dengungan dua kipas angin di dalam kost baru ku ini. Kost dengan down payment 250K di tanggal 27 Juni 2015.
Aku memecahkan kesunyian kamar kost saat Aku meminta digeserkan terminal untuk men-charge notebook ku yang bocor dan fokus dengan tulisanku ini.
Thanks for caring about me, Bun.
2 Juli 2015
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

8 comments:

  1. Hhahha.. keren keren broe critanya , lanjut lagi broe .:-P

    ReplyDelete
  2. Jaman sekarang mana ada yg 100 % steril. Semua peralatan yg kita pakai dan makanan yg kita makan juga banyak bakteri nya.
    Tapi nasihat bunda ada bener nya juga lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, Ida ikut ikutan kaya Bunda
      Jangan bilang kalo Ida dulu calon Bidan yg peduli banget sm kesehatan. 😅
      Tapi Terima kasih udah peduli.😊

      Delete